Mengenalkan perbedaan semenjak dini

Desember 27, 2010 zunlynadia

Manusia hidup dalam ruang sosial yang sangat beragam. Perbedaan suku, agama, budaya adalah hal yang biasa di temui dalam masyarakat. Untuk itu mengenalkan perbedaan semenjak dini adalah penting menjadi salah satu agenda orang tua dalam mengasuh sang buah hati, agar kelak dia siap menghadapi segala macam perbedaan yang pasti akan ditemui.

Toleransi adalah sikap terbuka dan menghormati perbedaan. Meski kaitan toleransi lebih sering pada perbedaan suku dan agama. Toleransi juga berarti menghormati dan belajar dari orang lain, menghargai perbedaan, menjembatani kesenjangan budaya, menolak stereotipe yang tidak adil, sehingga tercapai kesamaan sikap[1].

Ketika anak sudah mulai bermain dengan teman sebayanya dan mengenal lingkungan sekitarnya, maka sebenarnya dia sudah berada dalam situasi yang membutuhkan toleransi. Disini peran orang tua untuk selalu mendampingi dan mengarahkan sang buah hati untuk selalu bersikap toleran terhadap orang lain.

Ada beberapa tips dalam mengenalkan keragaman pada anak, diantaranya adalah[2]:

  1. Tunjukkan sikap menghargai orang lain. Tinggal di lingkungan perumahan memungkinkan pertemuan dengan para tetangga dengan budaya, agama, dan kebiasaan yang beragam. Bergaul dan selalu menghargai satu sama lain akan memberi contoh bertoleransi yang baik pada anak.
  2. Berikan contoh. Orang tua dapat mengajarkan toleransi dengan memberikan contoh-contoh dengan cara mereka sendiri. Membicarakan tentang toleransi dan sikap menghargai akan membantu anak memahami nilai apa yang ingin Anda tanamkan pada diri mereka.
  3. Hati-hati berbicara. Ingatlah bahwa anak-anak selalu mendengar perkataan Anda. Jadi, hati-hatilah jika membicarakan kebiasaan orang-orang yang berbeda dengan diri Anda. Meskipun hanya candaan, ini akan terserap padapikiran si anak dan dapat memengaruhi sikapnya.
  4. Cermat memilih mainan, buku, musik. Ingatlah pengaruh media sangat besar dalam membentuk perilaku anak. Fokuskan pembicaraan dengan anak mengenai stereotipe yang tidak adil dan mungkin terpapar di media seperti film dan cerita-cerita pada buku.
  5. Jawab dengan jujur. Pertanyaan-pertanyaan yang menunjukkan kebiasaan beragama dan berbudaya yang berbeda harus dijawab dengan jujur dan mencerminkan sikap menghormati.
  6. Carilah komunitas yang beragam. Berilah kesempatan anak untuk bermain dan beraktivitas dengan orang lain yang berbeda dengan diri mereka. Misalnya ketika memilih sekolah, tempat berlibur, atau penitipan anak, carilah tempat yang populasinya beragam.
  7. Jika orang tua mengajarkan toleransi pada anak sejak dini, mengajari cara menghargai orang lain, serta menunjukkan model perilaku memperlakukan orang lain secara baik, niscya anak akan menanamkan sikap yang sama seiring perkembangannya.
  8. Perbedaan bukan untuk menimbulkan kebencian. Ajarkan pada buah hati kalau perbedaan yang ada, jangan disikapi dengan kebencian. Karena, kebencian akan membuat sedih dan menyakiti hati orang lain. Cobalah ajak buah hati untuk berandai-andai jika ia dibenci karena perbedaan, tentu akan merasa sedih. Dengan begitu ia lebih merasa empati dan bertoleransi dengan apa yang dirasakan orang lain.
  9. Bertoleransi untuk kedamaian. Beritahukan pada buah hati kalau sikap toleransi itu sangat dibutuhkan. Jika tidak ada sikap toleransi maka banyak orang yang akan bermusuhan dan saling membenci. Katkan juga padanya jika hal itu terjadi, ia tidak akan nyaman saat bersekolah ataupun bermain.

Dengan mengajarkan anak sikap toleransi semenjak dini, maka diharapkan kelak sang anak bisa hidup berdampingan secara baik dalam keragaman. Apalagi di era global dimana jarak antar Negara dan benua sudah tidak ada batasan lagi berkat kecanggihan teknologi, sehingga tidak hanya tantangan yang semakin besar tetapi juga akan menghadapi kehidupan yang kian beragam dan menuntut adanya toleransi yang tinggi. Toleransi juga harus diajarkan dengan cara yang bijak. Meskipun anak belum bisa bicara, mereka biasanya melihat dan meniru perilaku orangtuanya. Anak-anak, usia berapa pun, akan mengembangkan kemampuan
mereka dengan mencontoh perilaku dan penghargaan dari orang-orang yang dekat dengan mereka.


[1] http://www.ssffmp.or.id/berita/21420/Menanamkan_Sikap_Toleransi_pada_Anak

 

[2] Ibid., Lihat juga http://new-lotuz.blogspot.com/2009/08/empat-cara-mengajarkan-anak-tentang.html

 

Entry Filed under: Parenting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Desember 2010
S S R K J S M
« Apr   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: