Mengajarkan anak untuk memiliki rasa syukur

Desember 27, 2010 zunlynadia

Rasa syukur adalah kepanjangan dari rasa ikhlas yaitu rasa menerima segala sesuatunya dengan suka cita dan lapang dada. Rasa syukur yang besar merupakan dasar dari segala hal yang positif di dalam persepsi kita. Ingatlah bahwa segala sesuatu yang kita rasakan dan pikirkan merupakan hasil olahan pikiran kita sendiri. Semua itu tidak lain dan tidak bukan merupakan persepsi kita terhadap dunia, bukan dunia itu sendiri. Dengan selalu mengingat kelimpahan, otak akan mencetak keyakinan (belief) bahwa memang benar kita hidup dalam kelimpahan. Maka, semua perbuatan akan senantiasa didasari oleh keyakinan ini, termasuk persepsi diri sebagai personifikasi dari sukses. Untuk itu tidak salah lagi jika di katakana bahwa rasa syukur sumber kesuksesan dalam hidup dan kesuksesan tidak selalu di maknai sukses secara materi, tetapi sukses dalam memaknai hidup sehingga senantiasa tercipta kedamaian dan pada akhirnya akan mencapai kebahagiaan. Bersyukur dapat diwujudkan dalam tiga hal, yaitu[1]:

  1. Bersyukur Dalam Bentuk Ucapan.

Sudah sangat lazim bagi kita  dilakukan pada sesama manusia,dengan berbagai istilah seorang menyampaikan ucapan terima kasihnya pada orang lain. Ucapan terima kasih itu disampaikan akan menumbuhkan perasaan senang dan bahagia pada si pemberi , antara yang memberi dan yang menerima tumbuh perasaan saling bekerjasama.Terjalinnya perasaan sama-sama berbahagia akan membentuk pola pergaulan yang baik dan keterikatan saling menghargai.

  1. Bersyukur Dengan Harta.

Orang yang mewujudkan rasa syukurnya melalui harta, akan membagi hartanya sebagai bentuk kepedulian sosial. Disinilah perasaan bersyukur mempunyai implikasi sosial yang baik.

  1. Bersyukur Dengan Perbuatan.

Bersyukur dengan perbuatan termasuk katagori yang paling tinggi. Orang mewujudkan rasa syukurnya dengan perbuatan  merasa bahwa pemberian itu adalah amanah,kepercayaan atau tanggung jawab yang harus ditunaikan,  dijaga dan di manfaatkan sebaik-baiknya. Pada tingkatan ini perasaan bersyukur menyatu  dengan seluruh perbuatan.

Seseorang akan senantiasa bersyukur jika dia bisa peka terhadap segala kenikmatan yang diberikan oleh Allah dan dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian yang menimpanya. Pentingnya hidup dalam kondisi penuh kesyukuran perlu ditanamkan semenjak dini kepada anak. Meski sulit untuk mengajarkannya karena kecenderungan anak yang selalu meniru dan selalu menginginkan sesuatu yang dimiliki temannya. Ada beberapa hal yang sederhana untuk melatih amak-anak selalu bersyukur, diantaranya adalah[2]:

  1. Belajar Mengucap Syukur melalui Cerita dan kisah-kisah teladan yang diambil dari ak-Qur’an, kisah-kisah Nabi dan lain sebagainya. Anak-anak dapat melihat bagaimana Allah begitu luar biasa menciptakan isi dunia ini. Ceritakan pada anak-anak bagaimana Allah menciptakan dunia ini dengan begitu rapi sehingga mereka dapat hidup dalam dunia yang indah ini dan menikmati apa yang telah Allah ciptakan untuk mereka. Selain itu, Bersyukur merupakan perintah Tuhan yang harus selalu kita lakukan. Anak-anak dapat belajar bahwa dengan mengucap syukur, mereka berarti sedang mentaati perintah Tuhan dan itu akan membawa implikasi yang besar pada dirinya.
  2. Belajar Mengucap Syukur melalui Kegiatan Keterampilan dan bermain.

Pada saat kegiatan keterampilan, gunakanlah kesempatan itu untuk mengajarkan tentang ucapan syukur kepada anak. Ketika anak sedang sibuk bekerja (memotong, menggambar, melukis, dan lain-lain.) katakanlah, “Lihat, bagus betul karya yang dihasilkan tangan kalian! Wah, Allah telah membuat tanganmu memiliki jari-jari, jadi kamu dapat memegang gunting. Nah, selain memegang gunting apalagi manfaat jari- jarimu? Yuk, kita mengucapkan terima kasih saat ini atas jari- jari yang kamu miliki. Sama-sama kita berkata, Alhamdulillah`Terima kasih Allah, untuk jari-jariku.`”

  1. Belajar Mengucap Syukur dengan Menghitung nikmat Allah

Jangan biasakan anak menjalani kehidupannya sepanjang hari tanpa sesuatu yang dapat mereka pelajari tentang Allah. Anak-anak yang tidak pernah melihat tangan Allah dalam hidupnya, akan menjadi anak yang tidak bisa mengucap syukur. Ajak mereka menghitung berkat Allah dalam hidup mereka paling tidak seminggu sekali. Kegiatan ini bisa Anda buka dengan bertanya, “Sepanjang minggu ini, apa yang sudah membuatmu begitu senang dan bahagia sekali?” Anak-anak biasanya suka dengan pertanyaan pancingan seperti ini dan akan berusaha mengingat atau menyebutkan semua hal-hal yang begitu berkesan bagi mereka paling tidak sepanjang satu minggu. Ketika mereka sudah menyebutkan seluruh daftarnya, mulailah masuk ke dalam pengajaran Anda mengenai ucapan syukur. Sebutkan lagi beberapa yang sudah disebutkan anak-anak tadi. Tekankan, semua yang sudah membuat mereka bahagia itu bukanlah karena kebetulan atau karena usaha manusia, tetapi karena itu adalah berkat Tuhan, jadi bersyukurlah kepada Tuhan.

  1. Belajar Mengucap Syukur melalui Perayaan Ulang Tahun

Anak harus diajarkan mengucap syukur akan dirinya. Tuhan telah membentuk mereka dalam kandungan ibu mereka dan memberikan hidup kepada mereka. Kejadian mereka dalam dunia ini harus selalu disyukuri. Setiap satu tahun sekali, ingatkan tentang berkah dan nikmat Tuhan dalam hidupnya dengan cara memberi kesempatan anak yang berulang tahun itu untuk mengungkapkan ucapan syukur mereka. Tidak perlu di rayakan dengan mewah, tetapi lebih pada mengingatkannya untuk selalu bersyukur.

  1. Mengajarkan anak untuk selalu berdoa setiap saat. Hal ini akan mengajarkannya bahwa semua yang dilakukannya adalah campur tangan dan kuasa Tuhan yang harus di syukuri.
  2. Mengajak anak untuk melihat seseorang yang berada di bawahnya dan tidak selalu melihat seseorang diatasnya. Hal ini akan menyadarkan pada diri anak bahwa kondisinya saat ini masih lebih baik dan sudah seharusnya dia bersyukur.

Belajar bersyukur, berarti belajar menerima dengan ikhlas apa yang telah di berikan dan di gariskan oleh Tuhan kepadanya. Tanpa rasa syukur, seseorang akan senantiasa merasa kekurangan dan tidak akan mempunyai kepedulian kepada orang lain yang lebih kekurangan. Bersyukur adalah salah satu indikasi dari kecerdasan spiritual. Karena orang yang selalu bersyukur tidak akan pernah merasa kekurangan dan untuk itu dia akan selalu merasakan kebahagiaan. Maka bersyukurlah niscaya kebahagiaan akan menjadi milikmu selamanya.


[1] http://www.suaraakbar.com/index.php?link=berita&fid=104

[2] http://lead.sabda.org/mengajar_anak_mengucap_syukur

Entry Filed under: Parenting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Desember 2010
S S R K J S M
« Apr   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: