Cerdas dalam memilih alat permainan anak

Desember 27, 2010 zunlynadia

Saat ini sangat mudah bagi anal-anak untuk mendapatkan berbagai alat permainan. Industri alat permainan memang berkembang sangat pesat, mulai dari yang terbuat dari kayu, alat elektronik, mulai dari harga yang paling murah hingga yang paling mahal, semua tersedia. Beragam pilihan permainan tersedia, hal yang sangat berbeda di rasakan pada masa dulu, dimana industri permainan tidak semarai sekarang. Banyaknya ragam permainan anak-anak ini menuntut orang tua untuk cerdas dalam memilih permainan mana yang menjadi pemicu kreativitas anak dan sebaliknya. Karena saat ini banyak juga beredar permainan yang justru dapat melemahkan potensi dan kreativitas anak.

Begitu pentingnya peran bermain bagi anak karena ketika bermain, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan bakat, keterampilan dan pengetahuan. Untuk itu, jenis permainan dan mainan yang sejak awal diberikan secara tepat pada balita berperan mengembangkan saraf-saraf motorik yang akan mempengaruhi tingkat intelegensia anak. Namun sangat di sayangkan, wujud dunia bermain anak-anak saat ini lebih banyak di pengaruhi oleh media permainan elektronik. Sebagai gambaran pada saat salah satu LSM mengadakan lomba menggambar dolanan bocah maupun kumpul bocah di Yogyakarta terlihat bagaimana dari 137 gambar yang terkumpul, mayoritas adalah gambar permainan elektronik dan tokoh hero dalam film kartun. Pengaruh berbagai jenis permainan modern yang menjauhkan anak dari interaksi sosial memang sudah demikian kuat dan menjadi keprihatinan banyak pihak, serta harus segera di sadari oleh para orang tua. Karenanya tidak mengherankan jika anak-anak sekarang lebih bersikap individualis dan kurang kreatif[1].

Banyak sekali permainan kreatif yang bisa merangsang kreatifitas anak tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal. Disinilah sebenarnya letak kreatifitas orang tua juga di uji. Beberapa contoh permainan kreatif itu misalnya:

• membuat puzzle dari kotak bekas makanan,

• membuat bentuk-bentuk geometris (kotak, bundar, segitiga) dari kertas kardus,

• bermain basket dengan bola yang dibuat dari kertas kardus,

• menemukan warna lewat benda-benda di sekitar kita,

• mencocokkan warna tutup dengan gelasnya,

• lompat jingkat huruf, dan lainnya.

Selain permainan di atas, berbagai permainan tradisional yang selama ini semakin di lupakan oleh anak-anak, sebenarnya merupakan warisan budaya yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan social, kemampuan berempati dan kreatifitas anak. Contoh permainan tradisional yaitu gobag sodor, engklek, gasingan, yoyo, egrang, dakon, dan pasaran.

Permainan tradisional yang cukup beragam itu perlu digali dan dikembangkan karena mengandung nilai-nilai seperti kejujuran, sportivitas, kegigihan dan kegotong royongan. Dalam permainan tradisional terdapat aspek-aspek yang ditonjolkan. Gobag sodor misalnya menonjolkan kerja sama dan kompetisi (keterampilan), dakonan menonjolkan kemampuan untuk dapat mengembangkan keterampilan kognitif dan melalui engklek dapat mengembangkan keterampilan motorik dan keseimbangan. Aktivitas permainan yang dapat mengembangkan aspek-aspek psikologis anak dapat dijadikan sarana belajar sebagai persiapan menuju dunia orang dewasa.

Pasaran atau jual beli merupakan salah satu permainan tradisonal yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran, terutama pembelajaran model tematik. Permainan ini selain mudah dilaksanakan juga tidak mahal. Rata-rata anak yang tinggal di daerah pedesaan mengenal permainan ini. Dengan menggunakan pembelajaran tematik, permainan ini dapat mencakup berbagai bidang studi pelajaran. Pelajaran yang dapat diterapkan dalam permainan ini adalah Matematika (berhitung), Bahasa Indonesia (percakapan, tawar menawar), IPS (hakikat jual beli), PKn (sopan santun dalam berjual beli), Agama (kejujuran), Penjaskes (motorik), Seni Budaya dan Keterampilan (ketrampilan membungkus dan melipat benda), dan berbagai manfaat lain.
Permainan tradisional mempunyai makna simbolis di balik gerakan, ucapan, maupun alat-alat yang digunakan. Pesan-pesan tersebut bermanfaat bagi perkembangan kognitif, emosi dan sosial anak sebagai persiapan/sarana belajar menuju kehidupan di masa dewasa. Pesatnya perkembangan permainan elektronik membuat posisi permainan tradisional nyaris tak dikenal. Memperhatikan hal tersebut perlu usaha-usaha dari berbagai pihak untuk mengkaji dan melestarikan keberadaannya melalui pembelajaran ulang pada generasi sekarang melalui proses modifikasi yang disesuaikan dengan kondisi sekarang.

Operasional pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan permainan tradisional pasaran dapat dilakukan dengan memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitar. Misalnya tanah sebagai pengganti pasir sebagai pengganti beras, kerikil kecil sebagai pengganti gula, minyak dapat menggunakan air dicampuri daun bunga sepatu. Peralatan tulis siswa seperti pensil, bolpoint, penghapus, buku tulis, buku pelajaran, tas. Pada permainan ini anak-anak juga dilatih untuk bersosialisasi dengan melakukan tawar-menawar. Melatih kesabaran dengan membudayakan antri waktu melakukan jual beli dan lain sebagainya[2].

Melihat banyaknya manfaat yang bisa diambil dari berbagai permainan tradisional ini perlu mendapat perhatian dari orang tua untuk mengembangkannya bagi anak-anak. Karena permainan tidak hanya sebuah proses belajar bagi anak, tetapi juga menjadi media untuk mempersiapkan anak kepada jenjang pendidikan formal berikutnya. Sehingga masa bermain ini harus di manfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan kreatifitas anak dan mengolah kecerdasannya.


[1] http://smpbinadharma.net/pendidikan/selektif-pada-permainan-anak

 

[2] http://komunikasi.um.ac.id/?p=1024

Entry Filed under: Parenting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Desember 2010
S S R K J S M
« Apr   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: