Pemeriksaan Buku

Desember 24, 2010 zunlynadia

Besok adalah hari pemeriksaan buku. Akupun disibukkan dengan merapikan catatan-catatan serta buku-buku yang selama ini dipakai dalam belajar selama enam tahun di pesantren. Pemeriksaan buku ini adalah bagian dari rangkaian penilaian bagi kami santriwati kelas enam. Semua buku-buku kami diperiksa. Tidak hanya buku panduan atau cuku cetak, tetapi juga buku tulis yang berisi semua catatan-catatan selama kami belajar. Bisa dibayangkan betapa sibuknya kami, karena pemeriksaan buku ini tidak hanya buku-buku kelas enam yang diperiksa kelengkapannya tetapi semua buku-buku mulai kami masih berada di tingkat pertama di pesantren.

Pemeriksaan kelengkapan buku berikut catatannya ini sebagai upaya agar kami bisa mempelajari kembali semua pelajaran dari kelas satu hingga kelas enam dengan baik. Karena di akhir tahun pelajaran ini kami tidak hanya dihadapkan dengan ujian negara yang disebut ebtanas, tetapi juga ujian pondok yang meliputi semua pelajaran dari kelas satu hingga kelas enam di pesantren.

Beban kami sebagai santriwati akhir di pesantren memang berat. Banyak tahapan ujian yang harus dilalui, mulai ujian mengajar, ujian hafalan juz ‘amma, ujian akhir nasional (ebtanas), ujian dalam praktek ibadah, hingga ujian pondok yang menguji semua pelajaran pondok mulai dari kelas satu hingga kelas enam.

Hampir menjadi tradisi bagi kami di kelas enam untuk menjilid buku-buku untuk mempersiapkan pemeriksaan buku serta mempermudah bagi kami untuk mempelajarinya jika ujian akhir kelas enam tiba. Tidak hanya buku cetak yang dijilid tetapi juga buku-buku catatan. Buku-buku tersebut dijilid sesuai dengan mata pelajaran yang setiap jilidnya terdiri dari buku kelas satu hingga kelas enam. Memang menjilid buku membuat lebih praktis, tidak hanya praktis untuk belajar tetapi juga praktis karena tidak mudah hilang. Meski praktis tetapi bagi santriwati dengan uang saku yang selalu pas-pasan bahkan sering kurang, aku tidak mengikuti tradisi menjilid buku ini. Bagiku menjilid buku memerlukan biaya yang tidak sedikit karena banyak sekali biaya yang harus dikeluarkan untuk berbagai kegiatan selama kami kelas enam. Karenanya aku cukup dibuat repot ketika pemeriksaan buku akan dilaksanakan. Meski semua buku berada di dalam lemari, tetapi aku harus mencari-cari buku-buku yang satu sama lain kocar kacir dan sebagian lagi tidak aku punya. Akupun mencari akal untuk meminjam buku-buku yang tidak aku punya kepada adik-adik kelas. Sedangkan untuk buku-buku kelas enam, aku memang telah melengkapinya.

Sementara untuk buku-buku catatan. Sebagian buku catatan yang telah hilang akupun kembali menuliskannya. Buku-buku catatan biasanya terdiri dari atas catatan berbagai vocabularies atau mutarodifat (kosakata dalam bahasa arab dan inggris) disamping juga khulashoh atau ringkasan-ringkasan. Hal ini karena semua buku pelajaran di pesantren ini berbahasa arab dan inggris dan kami memang dilarang untuk membuat catatan dalam buku cetak, sehingga segala kosakata sulit akan dicatat dalam  buku tulis secara rapi. Hasilnya bisa dilihat, semua buku-buku cetak dalam bahasa arab dan inggris bebas dari segala coretan-coretan atau bebas dari jenggot-jenggot yang sengaja dibuat.

Pemeriksaan buku catatan biasanya juga dlakukan oleh para ustadzah yang mengajar sebelum diadakan ujian semester. Pemeriksaan catatan ini dilakukan terutama bagi para santriwati kelas satu hingga kelas tiga. Para ustadzah memeriksa catatan agar para santriwati siap menghadapi ujian. Pemeriksaan buku juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab guru selama pengajaran berlangsung.

Akhirnya hari pemeriksaan bukupun tiba. Pemeriksaan dilakukan di depan kamar masing-masing, karena banyaknya buku yang akan diperiksa, sehingga tidak memungkinkan bagi kami untuk membawa ke dalam kelas. Para ustadz dan ustadzahlah yang mendatangi teras kamar kami. Satu persatu buku-buku kami diperiksa dengan teliti. Aku sengaja berada di dalam kamar karena aku masih menyiapkan buku2 yang tidak terjilid itu dengan rapi, ada beberapa buku yang memang tidak ada, sementara ada beberapa catatan yang juga tidak lengkap karena terutama catatan pelajaran waktu tsanawiyah yang banyak hilang. Selama enam tahun dengan perpindahan kamar setiap setengah tahun sekali membuat banyak buku-buku yang hilang.

Saat giliran buku-bukuku diperiksa, masih banyak buku-buku yang sebenarnya tidak aku punya, tetapi ternyata ustadzah yang memeriksa tidak jeli, sehingga dalam pemeriksaan ini akupun dapat lolos dan diberikan kertas tanda kelengkapan. Meski sebenarnya tidak ada sangsi bagi yang tidak lengkap, tetapi hal ini mempengaruhi penilaian kami kelas enam secara keseluruhan. Semoga pemeriksaan buku tidak hanya sekedar ritual yang harus dijalani  oleh para santriwati kelas enam tetapi lebih kepada memeriksa persiapan kelas enam dari berbagai hal dalam menghadapi ujian.

Entry Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Desember 2010
S S R K J S M
« Apr   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: