Ayo pindah kamar..

Desember 24, 2010 zunlynadia

Seperti yang telah diumumkan satu hari sebelumnya, hari ini akan ada perpindahan kamar. Hari ini adalah hari jum’at. Seperti biasanya kami tetap melaksanakan rutinitas olahraga pagi meski waktunya hanya sebentar. Setelah olahraga selesai, kami semua duduk-duduk di depan kamar untuk mendengarkan pengumuman dimana kami harus pindah kamar.

Perpindahan kamar adalah kegiatan rutin yang dilakukan tiga bulan sekali. Tujuannya agar kami semua lebih mengenal satu sama lain dengan diacak meski masih dalam satu marhalah atau angkatan. Tetapi perpindahan kamar kali ini agak berbeda, karena kelas satu dan kelas dua dijadikan satu kamar dengan diacak, kelas tiga dan sebagian kelas empat juga menjadi satu kamar. Sedangkan sebagian kelas empat dan sebagian kelas lima yang tidak menjadi pengurus OSWAH pusat dan pengurus rayon akan menjadi pengurus kamar. Dalam satu kamar biasanya terdiri dari empat orang pengurus. Mereka yang bertanggungjawab terhadap adik-adik dalam satu kamar, mendata, memperhatikan jika mereka sakit dan mengkontrol mereka.  Jika memang terjadi apa-apa, maka para pengurus kamar ini bisa melapor kepada pengurus rayon dan mereka juga yang pertama kali dimintai pertanggungjawaban karena mereka adalah orang yang paling dekat dengan keseharian para anggota kamar.

Akhirnya bagian peneranganpun mulai mengumumkan dengan memanggil nama kami satu persatu dengan menyebut nama kamar terlebih dahulu dimulai dari kamar Ar-Rohmah 1, Ar-rohmah 2 dan seterusnya hingga terakhir kamar Kartini 5. Bagi yang sudah tersebut namanya sudah bisa memindahkan barang ke kamar baru. Terkadang ada beberapa santriwati yang tidak berpindah kamar, hanya dia akan menerima kedatangan teman-teman baru ke kamarnya, ada juga yang pindah sangat jauh, dari lantai dua dari satu gedung ke lantai tiga gedung yang lainnya. Meski demikian, semua santriwati tetap disibukkan dengan perpindahan ini, mereka harus menata dan membersihkan kamar baru sebersih mungkin karena pasca perpindahan tentu saja kamar-kamar akan sangat kotor.

Sebelum perpindahan, kasur-kasur dikeluarkan terlebih dahulu untuk di jemur di depan kamar. Setelah selesai berbenah barang-barang yang hendak dipindahkan, akupun segera memindahkan barang ke kamar yang baru. Disana aku belum bisa memasukkan barang apapun karena teman-teman yang ada di kamar tersebut masih sibuk berbenah dengan barang-barangnya. Kami memang hanya memindahkan barang seperti buku, pakaian, dan kasur, karena kami tidak membawa lemari. Lemari telah disediakan di setiap kamar, yang telah didesain sama semuanya. Lemari kami sangat kecil, hanya terdiri dari tiga kotak kecil bertumpuk dan tempat baju yang digantung kecil disebelahnya. Tetapi lemari tersebut cukup untuk barang-barang yang ada, kotak pertama untuk buku-buku, kotak kedua untuk pakaian dan kotak ketiga untuk piring gelas dan termos. Kami memang tidak akan mungkin mempunyai baju yang banyak. Jumlah baju sangat dibatasi sebanyak enam stel sudah termasuk baju tidur dan baju sehari-hari. Alasan mengapa jumlah baju dibatasi adalah karena untuk menjaga agar tidak terjadi kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin. Karenanya sesekali akan ada pemeriksaan jumlah pakaian sehingga bagi yang mempunyai pakaian berlebih akan disita oleh pengurus.

Akhirnya namaku disebut juga oleh bagian penerangan. Aku menjadi salah satu pengurus kamar di kamar kartini 4. Setelah namaku disebut segera aku mencari ketiga teman pengurus yang lain dan bergegas untuk melihat kondisi kamar. Akupun segera berkoordinasi dengan mereka. Salah satu dari kami pergi kepada pengurus pusat untuk meminta data semua anggota kamar. Sedangkan yang lain langsung menuju kamar baru dan mulai untuk membentuk model lemari. Lemari yang ada di kamar tidak cukup jika diletakkan di pinggir. Ada beberapa lemari yang harus diletakkan di tengah-tengah. Kamipun berkoordinasi untuk meletakkah lemari yang berada di tengah kamar, agar kamar tetap terkesan luas. Hal ini dilakukan karena dalam satu kamar terdiri dari 40 santriwati, sehingga bagaimana agar  satu kamar yang terdiri dari 40 orang santriwati itu dapat menampung dengan lega.

Setelah mendapatkan data anggota kamar, aku beserta teman-teman pengurus membagi lemari kepada mereka satu persatu dengan memberi nama anggota kamar di setiap pintu lemari, sehingga ketika mereka datang ke kamar, mereka sudah tahu dimana harus meletakkan barang-barangnya.

Sebelum meletakkan barang-barang ke dalam lemari. Aku bersama-sama calon penghuni kamar membersihkan kamar bersama-sama, mengepel lantainya hingga benar-benar bersih. Setelah itu barulah kami menata barang-barang pribadi ke dalam lemari. Setelah menata lemari masing-masing kemudian baru memasukkan kasur-kasur yang sebelumnya dijemur. Sebelum memasukkan kasur dan menyusunnya di dalam kamar, terlebih dahulu kami membersihkannya dari kutu busuk yang biasanya banyak bersarang di sela-sela kasur. Kehidupan di pesantren yang tinggal bersama-sama dalam satu kamar memang memungkinkan penyebaran hewan-hewan kecil seperti kutu busuk. Apalagi kami tidak tidur diatas ranjang. Kami hanya tidur diatas kasur yang langsung digelar di atas lantai. Jika sudah pagi hari, kasur-kasur tersebut di susun menjadi satu dan kemudian di tutup dengan selimut-selimut sehingga menjadi rapi. Penyebaran kutu busuk bisa semakin cepat dengan kondisi demikian, sehingga ada satu hari dalam sebulan, kami diharuskan untuk menjemur kasur dan mencari kutu busuk di kasur masing-masing. Karena kehadiran kutu busuk memang sangat mengganggu, disamping memunculkan rasa gatal, kutu busuk juga merupakan hewan kecil yang sangat lincah serta cepat berkembang biak sehingga membutuhkan waktu khusus untuk menghentikan perkembanganannya.

Setelah kasur-kasur sudah tersusun rapi, barulah kemudian kami bisa menikmati istirahat siang di kamar baru tersebut. Malam harinya kami para pengurus mengumpulkan semua anggota kamar untuk saling berkenalan dengan para pengurus. Karena meski hanya beda satu angkatan tapi seringkali tidak saling kenal. Sebelum mengumpulkan para anggota kamar, kami para pengurus telah membuat beberapa jadwal piket untuk membersihkan kamar dan kamar mandi. Setiap kamar mempunyai jatah satu kamar mandi. Bisa dibayangkan 40 santriwati dengan satu kamar mandi. Hal ini membuat kami harus sabar untuk mengantri, aku sendiri memilih mandi sebelum jaros untuk sholat shubuh berbunyi. Karena sebelum jaros shubuh berbunyi, kami masih boleh memakai kamar mandi milik kamar yang lain yang kosong. Tetapi setelah shubuh, kami semua hanya diperbolehkan mandi di kamar mandi yang telah ditentukan untuk setiap kamar.

Setiap habis shubuh, selalu ada piket untuk membersihkan kamar yang biasanya terdiri dari enam orang. Piket untuk membersihkan kamar ini meliputi menyusun kasur semua anggota kamar hingga rapi, menyapu dan mengepel  lantai serta membersihkan tempat sepatu. Selain piket untuk untuk membersihkan kamar, ada lagi piket untuk menyusun sandal sebelum tidur malam. Biasanya untuk menyusun sandal ini terdiri dari dua orang. Setelah jaros untuk tidur berbunyi pada pukul 10 malam, semua anggota kamar harus masuk kamar untuk tidur. Setelah semua masuk kamar, dua orang yang bertugas menyusun sandal malam itu akan menyusun sandal sambil menghitung jumlah sandal sesuai anggota kamar. Jika ada yang tidak mempunyai sandal pada malam itu akan ada peringatan bagi mereka, karena bagi yang tidak mempunyai sandal pasti dia akan memakai sandal orang lain. Terkadang bagi mereka yang merasa hilang sandalnya, diberi waktu untuk mencari sandalnya ke kamar-kamar yang lain. Mencari sandal ketika jaros tidur sudah berbunyi akan lebih mudah karena setiap semua santriwati pasti akan masuk kamar dan meninggalkan sandalnya di luar kamar. Hal-hal  yang terkesan sepele seperti ini memang sangat diperhatikan sehingga aktifitas sehari-hari semua santriwati akan berjalan dengan lancar. Begitulah aktifitas sehari-hari para santriwati di pesantren ini yang semua serba ada aturan yang juga disertai hukuman baik di kamar, di rayon,maupun di kelas.

Entry Filed under: diary pesantren

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Desember 2010
S S R K J S M
« Apr   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: