24. Utsman bin Mazh’un

April 15, 2010 zunlynadia

Ustman bin Mazh’un adalah salah satu sahabat Nabi Saw yang termasuk golongan orang yang pertama masuk Islam. Dia termasuk cendekiawan Arab pada masa Jahiliyah. Sebagaimana sahabat Rosulullah lain, masuknya Utsman ke dalam ajaran Islam juga menuai siksaan dan penderitaan dari orang-orang kafir Quraisy. Karenanya ketika Rosulullah memerintahkan kepada para sahabat untuk berhijrah ke Habasyah dalam rangka menghindari siksaan kaum kafir Quraisy yang semakin menjadi-jadi, berangkatlah Utsman dan putranya Said bin Utsman bersama rombongan para sahabat untuk melakukan hijrah pertama kaum muslimin. Bahkan Rosulullah meminta Utsman untuk menjadi pemimpin rombongan kaum muslimin yang berhijrah. Negeri Habasyah dipilih sebagai tempat berhijrah kaum muslimin karena meskipun Habasyah dipimpin oleh seorang raja yang beragama Nasrani yakni raja Negus, tetapi tidak ada orang yang dianiaya disitu, sehingga raja Neguspun dapat menerima kaum muslimin dengan baik.

Setelah mendengar isu bahwa kota Makkah sudah cukup aman bagi kaum muslimin, para sahabat yang telah lama meninggalkan kota Makkahpun ingin segera kembali ke kampung halaman mereka. Dengan  perasaan rindu yang tidak dapat dibendung, mereka meminta izin Raja Negus untuk kembali ke Makkah. Sesampai di kota Makkah, ternyata informasi yang mereka dengar tidak benar, orang-orang kafir justru semakin senang menyiksa, mereka seperti menemukan kembali buronan yang dicari-cari. Mereka memasang jebakan untuk menyambut kedatangan kaum muslimin ke Makkah. Sementara kaum  muslimin dalam kondisi yang lemah dan tidak dapat berbuat apa-apa, sehingga siksaan demi siksaan diterima pengikut Rosulullah dengan lapang dada.

Kesulitan dan siksaan tersebut tidaklah dirasakan oleh Ustman karena dia telah mendapatkan jaminan dari pamannya Walid bin Mughirah, seorang tokoh Quraisy. Jaminan dari seorang tokoh memang sangat berpengaruh bagi kaum Quraisy masa itu. Perlindungan menjadi tradisi masyarakat Arab. Siapa pun dan seberapa rendah kelas seseorang, jika masuk dalam perlindungan tokoh waktu itu, mereka akan aman. Tidak boleh mendapat gangguan sekecil apa pun. Meski berada dalam perlindungan pamannya, tetapi Ustman merasa tidak nyaman melihat saudara-saudaranya sesama muslim mendapat perlakuan kasar, kekerasan dan siksaan dari kaum kafir Quraisy. Untuk itu, dia meminta kepada pamannya untuk melepas perlindungan atas dirinya, agar diapun dapat merasakan siksaan yang diterima oleh saudara-saudaranya yang seiman. Ustman berkata kepada pamannya: “Wahai Abu Abdi Syam (sebutan penghormatan bagi Walid bin Mughirah), sejak saat ini aku melepaskan perlindungan yang telah engkau berikan padaku. Karena aku tidak ingin mendapatkan perlindungan selain dari-Nya. Umumkanlah hal ini, seperti waktu engkau umumkan perlindungan atasku sebelumnya,” kata Utsman dengan suara lantang. Walid tak menyangka kemenakannya akan mengatakan itu. Kemudian Walidpun bertanya kepada keponakannya, “Mengapa wahai keponakanku?’ Mungkin ada salah seorang anak buahku yg mengganggumu?’, ‘Tidak’ ujar Utsman bin Mazh’un. ‘Hanya saja saya ingin berlindung kepada Allah dan tidak suka lagi kepada lain-Nya. Karenanya pergilah Anda ke masjid serta umumkanlah maksudku ini secara terbuka seperti Anda dahulu mengumumkan perlindungan terhadap diriku!”

Setelah Ustman dapat meyakinkan pamannya,  akhirnya mereka berdua pergi ke masjid, dan Walid mengumumkan kepada semua orang bahwa dia telah melepas perlindungannya atas Ustman bin Mazh’un. Tidak lama setelah Walid mengumumkan pelepasan perlindungan atas diri Ustman, Kaum Quraisy lantas berdatangan ke arahnya dan mulai menyiksanya. Utsmanpun menerimanya dengan lapang dada. Ia justru bangga karena ia kini menerima nasib sama dengan saudara-saudara seimannya. Ia nikmati siksaan demi siksaan itu bagaikan belaian. Siksaan demi siksaan diterimanya persis di depan sang paman. “Ayolah, Utsman, kalau kamu menghendaki keselamatan, masuklah ke dalam perlindunganku kembali.” Tetapi Utsman menolak tawaran itu. Dengan tenang ia berkata, “Mataku yang sehat ini memerlukan pukulan seperti yang telah dirasakan saudara-saudaraku seiman. Sebenarnya aku berada dalam perlindungan Allah, yang lebih kuat dari perlindungan yang bisa engkau berikan untukku.” Kemudian Ustman pulang ke rumahnya sambil mendendangkan sebuah pantun:

“Andaikata dalam mencintai ridla Ilahi
Mataku ditinju tangan jahil orang mulhidi
Maka Yang Maha Rahman telah menyediakan imbalannya
Karena siapa yang diridhai-Nya pasti berbahagia
Hai ummat, walau menurut katamu daku ini sesat
Daku ‘kan tetap dalam agama Rasul, Muhammad
Dan tujuanku tiada lain hanyalah Allah dan agama yang haq
walaupun lawan berbuat aniaya dan semena-mena.”

Ketika Rosulullah Saw memerintahkan kepada kaum muslimin untuk berhijrah ke Madinah, Utsmanpun ikut serta dalam hijrah tersebut. Di Madinah, Utsman bin Mazh’un menjadi sangat tekun dan rajin beribadah: malam harinya bagai rahib dengan ibadah shalat dan dzikirnya; siang harinya bagai pahlawan dengan berjuang membela kebenaran. Dia sangat dikenal dengan kezuhudannya dan tidak memikirkan kesenangan duniawi.

Suatu hari Ustman sedang masuk masjid dengan pakaian yang compang camping dan beberapa sobekan yang ditambal dengan kulit unta. Dia mendengar Rosulullah Saw sedang bercakap-cakap dengan para sahabat dan berkata kepada mereka: “Bagaimana pendapat Kalian, bila Kalian punya pakaian satu stel untuk pakaian pagi dan sore hari diganti dengan stelan lainnya … kemudian disiapkan di depan kalian suatu perangkat wadah makanan sebagai ganti perangkat lainnya yang telah diangkat … serta kalian dapat menutupi rumah-rumah kediaman kalian sebagaimana Ka’bah bertutup?” Kemudian para sahabat menjawab: “Kami ingin hal itu dapat terjadi, wahai Rasulullah, hingga kita dapat mengalami hidup makmur dan bahagia!”, mendengar jawaban para sahabat kemudian Rasulullah sawpun bersabda: “Sesungguhnya hal itu telah terjadi, kemudian Kalian sekarang ini lebih baik dari keadaan Kalian waktu lalu.”

Mendengar ucapan yeng menginginkan kecukupan, Ustman tidak pernah terpengaruh, bahkan dia sangat istiqomah dengan kezuhudannya, sehingga saking zuhudnya, dia hendak menahan diri untuk menggauli istrinya sampai Rasulullah Sawpun memanggil dan menyampaikan kepadanya “Sesungguhnya keluargamu itu mempunyai hak atas dirimu.”

Ustman adalah salah satu sahabat yang sangat dicintai oleh Rosulullah Saw. Pada saat dia sedang menghadapi detik-detik kematian menuju kehadapan sang khalik, Rosulullah Saw sempat membungkuk dan menciumnya dengan air mata yang membasahi kedua pipi beliau. Rosulullahpun bersabda: “Semoga Allah memberimu rahmat wahai Abu Saib..Kamu pergi meninggalkan dunia tak satu keuntungan pun yg kamu peroleh daripadanya serta tak satu kerugian pun yg dideritanya daripadamu.” Ustman meninggal dengan wajah yang memancarkan sinar dan senyuman pada tahun 2 Hijriyah (624 M). Dia adalah muhajirin pertama yang meninggal di Madinah dan sahabat Rosulullah yang pertama yang dimakamkan di baqi’.

Sepeninggal Ustman, Rosulullah Saw tidak pernah melupakan sahabatnya tersebut, bahkan ketika putrinya Rukayyah akan menghadap sang khalik, Rosulullah Saw berkata: : “Pergilah susul pendahulu hita yang pilihan. Utsman bin Mazh’un”[1].


[1] http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2009/12/utsman-bin-mazh.html, http://sunatullah.com/sahabat-nabi/utsman-bin -mazh%E2%80%99un.html, http://blog.re.or.id/utsman-bin-mazh-un.htm, http://id.wikipedia.org/wiki/Utsman_bin_Mazh%27un, http://abughifari.wordpress.com/2008/09/15/utsman-bin-mazhun/

Entry Filed under: Kisah para Assabiqunal Awwalun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

April 2010
S S R K J S M
    Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: