20. Thalhah bin Ubaidillah (Burung elang dari Uhud)

April 15, 2010 zunlynadia

Nama lengkapnya adalah Thalhah bin Abdullah bin Usman bin Kaab bin Said. Thalhah adalah salah satu sahabat Nabi Saw yang termasuk golongan orang yang pertama masuk Islam dan termasuk dalam daftar sepulkuh sahabat yang dijamin masuk surga.

Thalhah adalah seorang yang gagah berani dalam mempertahankan keimanan dan keyakinannya. Dia selalu menjadi pelindung Rosulullah Saw. Keislaman Thalhah berawal ketika pada suatu hari Thalhah pergi ke Syam dan ia singgah sebentar di Bushra. Di situ ia mendengar ada seorang pendeta yang sedang mencari orang berasal dari Mekah. Pendeta tersebut berteriak-teriak,”Wahai para pedagang, adakah di antara tuan-tuan yangberasal dari kota Makkah?”, mendengar hal itu maka Thalhah segera mendekati pendeta itu dan berkata: “Ya, aku penduduk Makkah,” sahut Thalhah. Kemudian pendeta itu mempertanyakan seorang lelaki bernama Ahmad bin Abdillah bin Abdul Muthalib di Mekah, karena kini sudah saatnya dia muncul. Pendeta itu berkata: “Sudah munculkah orang di antara kalian orang bernama Ahmad?” tanyanya.”Ahmad yang mana?””Ahmad bin Abdullah bin Abdul Muthalib. Bulan ini pasti muncul sebagai Nabi penutup para Nabi. Kelak ia akan hijrah dari negerimu ke negeri berbatu-batu hitam yang banyak pohon kurmanya. Ia akan pindah ke negeri yang subur makmur, memancarkan air dan garam. Sebaiknya engkau segera menemuinya wahai anak muda,”sambung pendeta itu.Ucapan pendeta tersebut sangat membekas di hati Thalhah Sekembalinya dari Syam dia Thalhah bertemu dengan Abu Bakar al-Shiddiq  dan kemudian menceritakan peristiwa yang dialaminya. Kemudian Abu Bakarpun mengajaknya untuk menemui Rosulullah Saw dan masuk ke ajaran kebenaran yakni ajaran Islam. Abu Bakar adalah salah satu sahabat Thalhah yang dikenal sebagai seorang sahabat yang berbudi baik, penyayang dan lemah lembut. Mereka telah lama mengenal apalagi keduanya adalah sama berprofesi sebagai seorang pedagang. Karenanya Thalhah sangat mempercayai Abu Bakar dan diapun bersedia diajak bertemu dengan Rosulullah Saw. Setelah dia bertemu langsung dengan Rosulullah Saw, maka Thalhahpun segera menyatakan keislamannya.

Setelah syah menjadi seorang muslim dengan mengucapkan dua kalimah syahadat, kemudian Thalhah pergi bersama Abu Bakar Al-Shiddiq. Di tengah jalan mereka bertemu dengan Nofal bin Khuwalid yang dikenal dengan “Singa Quraisy”, dia adalah seorang yang terkenal kejam dan bengis dalam memusuhi kaum muslimin. Nofal kemudian memanggil gerombolannya untuk menangkap mereka. Ternyata Thalhah dan Abu Bakar tidak hanya ditangkap saja, mereka diikat dalam satu tambang. Semua itu dilakukan Nofal sebagai siksaan atas keislaman Thalhah. Oleh karena itulah Thalhah dan Abu Bakar ra. dijuluki “Alqori-nain” atau “dua serangkai”.

Keislaman Thalhahpun memperoleh protes dari seluruh keluarganya. Dia ditentang dan mengalami banyak cobaan dan siksaan terutama dari keluarganya sendiri. Pada awalnya mereka hanya memakai cara bujuk rayu untuk mengembalikan Thalhah kepada kepercayaan nenek moyangnya, tetapi Thalhah tetap kukuh dengan apa yang telah dia yakini dengan ajaran barunya. Melihat keteguhan hati Thalhah, kemudian keluarganya tidak segan-segan memakai cara yang kasar untuk membuatnya meninggalkan ajaran Islam. Dia pernah digiring oleh sekelompok pemuda dengan tangan terbelenggu di lehernya. Kemudian orang-orang berlari kepadanya sambil memukul, dan memecutnya tanpa ampun. Sebagian orang lagi mencaci maki, termasuk yang dilakukan oleh seorang perempuan tua yang tidak lain adalah ibunya sendiri  yang bernama Ash-Sha’bah. Berbagai siksaan yang diterima oleh Thalhah tidak menjadikannya menjadi seorang kafir, justru hal itu membuatnya semakin kukuh dalam mempertahankan keyakinannya.

Thalhah bin Ubaidillah adalah salah satu sahabat yang berprofesi sebagai saudagar yang kaya dan juga dikenal kedermawanannya. Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa suatu hari   Thalhah bin Ubaidillah pernah menerima uang 700 ribu dirham dari Hadramaut. Sepanjang malam Thalhah bin Ubaidillah merasakan kegelisahan. Melihat suaminya tidak tenang, Ummu Kultsum, istri Thalhah bin Ubaidillahpun bertanya: “Ada apa?” kemudian Thalhah bin Ubaidillah menjawab,”Aku berpikir sejak malam tadi, dan berkata dalam hati, “Bagaimana perasaan seseorang terhadap Tuhannya saat dia menyimpan harta ini di rumahnya sepanjang malam.” Mendengar jawaban itu, Ummu Kultsum mengatakan, “Bila pagi tiba panggillah orang-orang miskin dan bagikan uang itu.” Wajah Thalhah bin Ubaidillah seketika menjadi cerah dan berteriak gembira. “Semoga Allah SWT merahmatimu. Sesungguhnya kamu ini muwaffaqah binti muwaffaq (wanita yang mendapat taufik).”

Dalam kisah lain juga disebutkan bahwa Thalhah tidak akan membiarkan orang-orang miskin di sekitarnya kelaparan. Dia selalu mencukupi dan membayar hutang-hutang mereka. Thalhah bin Ubaidillah juga selalu mengirimi Sayyidah Aisyah ra uang sebanyak 10 ribu dirham setiap tahun dan bersedekah 100 ribu dirham setiap harinya.

Begitulah sosok Thalhah yang tidak pernah memandang harta sebagai sesuatu yang paling berharga. Dia tidak bisa melihat orang lain mengalami penderitaan. Dia selalu memberikan hartanya tanpa melihat dirinya sendiri.

Thalhah juga dikenal sebagai seorang pejuang yang pemberani. Dia selalu mengikuti berbagai peperangan di masa Rosulullah Saw, kecuali perang badar. Karena pada saat perang badar, Thalhah diberi tugas khusus oleh Rosulullah untuk menjadi pengintai kaum Quraisy. Kepahlawanan Thalhah terlihat pada saat terjadi perang Uhud. Perang Uhud merupakan perang pembalasan dendam kaum musyrikin yang kalah pada saat perang Badar. Dalam peperangan tersebut, kaum muslimin memang mengalami kekalahan, hal ini dikarenakan para pemanah yang ditugaskan oleh Rosulullah untuk tetap tinggal di atas bukit meski dalam kondisi apapun tidak mengindahkan perintah Rosulullah. Mereka turun dari bukit dan mengambil harta rampasan yang ditinggalkan oleh kaum musyrikin karena mengira peperangan telah selesai, padahal perang belum usai dan kaum musyrikin berbalik menyerang dari arah belakang tanpa di sadari oleh pasukan muslim. Kondisi seperti itu, membuat pasukan muslim kocar kacir dan kacau balau. Sebaliknya kaum musyrikin semakin gencar melancarkan serangannya dengan membabi buta karena yang ada dalam benak mereka adalah bagaimana membalaskan dendam keluarganya yang telah tewas pada perang Badar. Dalam kondisi tersebut Rosulullah menjadi salah satu incaran utama kaum musyrikin. Dengan pedang yang mengkilat mereka terus mencari dan memburu Rosulullah Saw. Dengan sekuat tenaga kaum muslimin berusaha menghadang mereka. Beberapa sahabat berada disekitar beliau untuk melindungi termasuk Thalhah. Thalhah berperan besar dalam melindungi Rosulullah pada perang uhud tersebut. Dengan tubuhnya yang kekar, Thalhah mengayunkan pegangnya pedangnya ke kanan dan ke kiri. Ia melompat ke arah Rasulullahyang tubuhnya berdarah. Dipeluknya Beliau dengan tangan kiri dan dadanya. Sementara pedang yang ada ditangan kanannya ia ayunkan ke arah lawan yang mengelilinginya bagai laron yang tidak memperdulikan maut. Thalhah bin Ubaidillah sendiri terkena lebih dari 70 luka bekas sabetan pedang, tusukan tombak, dan anak panah. Jari-jari tangannya juga putus. Kemudian Thalhah bin Ubaidillah membopong Rasulullah dan membawanya naik ke atas bukit. Sebagian kaum musyrikin menganggap Rosulullah telah wafat dalam perang tersebut. Tangan, tubuh dan kakinya diciumi oleh Thalhah seraya berkata, “Aku tebus engkau ya Rasulullah dengan ayah ibuku.”  Nabi SAW tersenyum dan berkata, “Engkau adalah Thalhah kebajikan.” Di hadapan para sahabat Nabi SAW bersabda, “Keharusan bagi Thalhah adalah memperoleh….”. Yang dimaksud Nabi SAW adalah memperoleh surga. Sejak peristiwa Uhud itulah Thalhah mendapat julukan “Burung Elang dari Uhud”.

Setelah menyelamatkan Rosulullah Saw ke atas bukit, Thalhah kembali ke medan pertempuran. Saat itu Abu Bakar dan Abu Ubaidah bin Jarak yang berada agak jauh dari Rasulullah kemudian sampai di dekat Rasulullah Saw. Rosulpun berkata kepada keduanya: “Tinggalkan aku, bantulah Thalhah, kawan kalian,” seru Rasulullah. Keduanyapun bergegas mencari Thalhah, ketika ditemukan, Thalhah sudah dalam keadaan pingsan, mereka mengira Thalhah telah telah menjadi seorang syahid, ternyata dia masih hidup, karenanya Thalhah juga mendapatkan julukan seorang syahid yang hidup dari Rosulullah Saw. Rosulullah Saw juga pernah berkata: “barangsiapa yang ingin melihat orang berjalan di muka bumi setelah mengalami kematiannya, maka lihatlah Thalhah,”. Sejak peristiwa itu bila orang membicarakan perang Uhud dihadapan Abu Bakar, maka dia selalu menyahut, “Perang hari itu adalah peperangan Thalhah seluruhnya. Hingga akhir hayatnya, perjuangan sahabat mulia itu tak kenal henti.

Thalhah wafat dalam usia 60 tahun. Keinginannya untuk menjadi syahid di medan perang bersama Rosulullah tidak tercapai, karena takdir telah menuliskannya bahwa dia wafat di tangan saudaranya sendiri sesama muslim. Thalhah wafat pada saat peristiwa perang jamal. Sewaktu terjadi pertempuran tersebut, Thalhah bertemu dengan Ali ra. Ali memperingatkannya agar ia mundur ke barisan paling belakang. Sebuah panah mengenai betisnya maka dia segera dipindahkan ke Basra dan tak berapa lama kemudian karena lukanya yang cukup dalam, ia wafat. Jasadnya di makamkan di suatu tempat dekat padang rumput di Basra[1].


[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Thalhah_bin_Ubaidillah, http://www.majalahdzikir.com/index.php?option=com_content&task=view&id=468&Itemid=95, http://saridewi.blogspot.com/2006/10/thalhah-bin-ubaidillah-1.html, http://saridewi.blogspot.com/2006/10/thalhah-bin-ubaidillah-2.html, http://www.wattpad.com/129898-thalhah-bin-ubaidillah, http://majlisdzikrullahpekojan.org/kisah-sahabat-nabi/thalhah-bin-ubaidillah.html,

Entry Filed under: Kisah para Assabiqunal Awwalun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

April 2010
S S R K J S M
    Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: