17. Zubair bin Awwam bin Khuwailid

April 15, 2010 zunlynadia

Nama lengkapnya adalah Abu Abdillah Az-Zubair bin Awwam bin Khuwailid bin Asad bin Abdil Uzza bin Qushai bin Kilab. Zubair adalah salah satu sepupu Rosulullah Saw, ibundanya bernama Shofiyah binti Abdul Muthalib adalah bibi Rosulullah Saw. Shofiyah juga termasuk golongan perempuan pertama masuk Islam, sedangkan Zubair sendiri masuk Islam dalam usianya yang sangat belia yakni 8 tahun. Sementara jika dilihat dari pihak ayahnya, maka Khadijah binti Khuwailid yang merupakan istri Rasulullah SAW adalah bibi Zubair, sehingga dalam hal ini Rasulullah SAW merupakan pamannya.

Semenjak kecil Zubair dididik dengan keras oleh ibunya sebagai seorang yang pemberani dan kuat. Tidak jarang Zubair dipukuli oleh ibundanya ketika dia memang berbuat salah. Karena kasihan sang paman Naufal bin Khuwailid yang sangat menyayangi Zubair pernah melaporkan peristiwa penukulan yang dilakukan oleh ibu Zubair kepada keluarganya bani Hasyim. Akan tetapi Shofiyah mengatakan bahwa apa yang dilakukannya kepada putrnya Zubair bukanlah bentuk penyiksaan tetapi merupakan pendidikan yang akan menjadikannya seorang yang berani dan bijaksana.

Sosok Zubair digambarkan sebagai seorang yang bertubuh tinggi, berkulit putih serta mempunyai banyak bulu badan dengan pipi yang tidak penuh terisi. Zubair menjadi sosok yang sangat pemberani. Dalam suatu kisah disebutkan bahwa suatu hari Zubair mendengar bahwa Rosulullah Saw telah wafat dibunuh. Tanpa berfikir panjang dengan segera dia keluar dari rumahnya lengkap dengan pedang yang menghunus di tangannya. Kemudian dia masuk ke dalam kerumunan banyak orang untuk mencari kebenaran tentang isu yang beredar mengenai Rosulullah. Jika isu tersebut memang benar adanya, maka dia tidak akan segan-segan membunuh orang yang telah membunuh Rosulullah Saw. Tidak lama kemudian diapun bertemu dengan Rosulullah di utara kota Makkah. Melihat Zubair membawa pedang yang siap menguhunus, Rosulullahpun bertanya kepada Zubair: “Apa yang terjadi denganmu wahai Zubair?”, kemudian Zubairpun menjawab: “Aku mendengar bahwa engkau telah dibunuh!”, kemudian Nabi Saw berkata kepadanya,“Lalu apa yang akan engkau lakukan?” dia berkata,“Saya akan membunuh orang yang telah membunuhmu.”  Mendengar jawaban dan ketegasan Zubair, maka Rosulullohpun mendoakannya dengan kebaikan dan pedanganya dengan kemenangan. Dengan peristiwa ini maka Zubair dikenal sebagai orang yang pertama kali menghunuskan pedangnya di jalan Allah.

Sebagaimana para sahabat yang termasuk golongan orang-orang yang pertama masuk Islam (Assabiqunal Awwalun), keislaman Zubair juga tidak lepas dari tekanan dan siksaan. Dalam sebuah kisah disebutkan ketika mendengar keislaman Zubair, sang paman Naufal bin Khuwailid yang selama ini menyayanginya menjadi sangat berang. Kemudian sang paman memasukkan Zubair kedalam gulungan tikar yang diberi asap disekitarnya seolah hendak membakarnya. Naufal berkata kepada Zubair:”Hai Zubair, lepaskan dirimu dari Tuhan Muhammad, maka saya akan melepaskan dirimu dari api ini.” Namun Az-Zubair menolaknya dan berkata kepadanya, “Tidak mungkin saya melepaskan keimanan saya atas Allah SWT. Jika saya mati, saya harus mati dalam keadaan Muslim dan bukannya mati sebagai seorang kafir.” Demikianlah, pendirian Zubair yang begitu kokoh dan tidak pernah tergoyahkan meski dia menghadapi perlawanan dan siksaan dari keluarganya sendiri. Dia selalu konsisten atas apa yang dia yakini.

Ketika penyiksaan dan tantangan yang dihadapi oleh kaum muslimin semakin berat, Rosulullah Saw memerintahkan para sahabat untuk berhijrah ke Habasyah. Zubairpun termasuk di dalamnya saat itu Zubair masih berusia 18 tahun. Sekembalinya dari berhijrah, Zubair kembali ke Makkah dan memulai untuk berbisnis. Keuletannya dalam berbisnis menjadikannya seorang yang kaya raya. Dia adalah salah satu sahabat yang kaya raya selain Ustman bin Affan. Dengan kekayaannya tersebut, dia banyak membantu kaum muslimin dan menyedekahkan harta bendanya untuk kepentingan jihad dan dakwah di jalan Allah.

Pada saat Rosulullah berhijrah ke Madinah bersama Abu Bakar Al-Shiddiq. Zubair tidak mengetahuinya karena dia sedang dalam perjalanan menuju syuriah untuk kepentingan bisnisnya. Sekembalinya dari syuriyah menuju ke Makkah, di tengah jalan dia bertemu dengan Rosulullah dan Abu Bakar yang hendak pergi berhijrah ke Madinah. Zubairpun membekali Rasulullah dengan pakaian dan perbekalan untuk perjalanan ke Madinah. Tidak lama setelah itu, Zubair akhirnya menyusul Rosulullah untuk berhijrah ke Madinah bersama ibundanya Shofiyah dan istrinya Asma’ binti Abu  Bakar.

Sebagai seorang yang pemberani Zubair tidak pernah sekalipun absent dalam mengikuti peperangan yang terjadi di masa Rosulullah. Mulai dari perang badar, perang Uhud, perang Khandaq. Bahkan dia juga sangat aktif dalam peperangan yang terjadi setelah wafatnya Rosulullah Saw. Dia pernah mengikuti perang Yarmuk pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Khattab melawan bangsa Romawi. Dia selalu menjadi orang yang selalu mengiayakan ajakan untuk berjihad, sehingga Rosulullah Saw pernah berkata:  ‘Sesungguhnya setiap Nabi itu memiliki penolong, dan penolongku adalah Zubair.”

Zubair juga dikenal sebagai seorang yang sangat dekat dengan Rosulullah. Meski Zubair termasuk orang yang sangat dekat dan sering bersama Rosulullah Saw, tetapi dia tidak banyak meriwayatkan hadis dari Rosulullah. Hal ini karena dia pernah mendengar Rosulullah Saw bersabda:” Barangsiapa yang berkata dusta atasku dengan sengaja, maka akan ditempatkan di neraka”. Karena itu dia sangat takut meriwayatkan hadits yang tidak pernah diucapkan oleh Rasulullah saw sehingga tergelincir ke dalam neraka.

Selain seorang yang pemberani dan dekat dengan Rosulullah Saw Zubair juga dikenal sebagai seorang yang kaya raya. Dengan kekayaannya tersebut, tidak segan menyedekahkan seluruh harta bendanya untuk kepentingan dakwah dan jihad di jalan Allah. Zubair memiliki 1000 orang hamba sahaya yang senantiasa membayar upeti kepadanya (untuk pembebasan dirinya). Namun, tidak ada sedirham pun dari uang upeti itu yang masuk ke kantong pribadinya, dia menyedekahkan semua uang tersebut. Dalam kisah lain disebutkan bahwa Zubair selalu membagi-bagikan uangnya setiap malam, sehingga dia pulang tanpa uang sepeserpun di tangannya.

Zubair juga pernah menjual rumahnya seharga 600.000. Lalu dikatakan kepadanya, “Wahai Abu Abdillah, kamu telah ditipu dalam transaksi jual-beli itu’. Kemudian Zubair menjawab, “Demi Allah, tidak, kalian pasti akan tahu bahwa aku tidak tertipu dalam transaksi jual-beli itu! Sebab, semua uangnya akan aku pergunakan untuk keperluan fi sabilillah‘.” Begitu dermawannya Zubair, sehingga dia sendiri hidup dengan sangat sederhana, karena setiap dia mempunyai harta selalu akan disedekahkan. Bahkan Zubair meninggal dalam keadaan mempunyai hutang. Diapun berwasiat kepada putranya untuk membayarkan seluruh hutang-hutangnya sepeninggalannya. Dalam wasiatnya itu Zubair berkata kepada Abdullah putranya,“jika engkau tidak sanggup membayar hutang saya, maka mintalah tolong kepada Tuanku,” Abdullahpun bertanya,“Siapakah yang engkau maksud dengan Tuan?” beliau menjawab,”Allah, Dialah sebaik-baik pemimpin dan penolong.” Lalu setelah itu Abdullah berkata,“Demi Allah saya tidak pernah mengalami kesusahan dalam membayar hutangnya, kecuali saya berkata,’Wahai Pemimpin/pemilik Zubair bayarlah hutang Zubair,’ maka Diapun menggantinya.”

Abdullah putra Zubair sendiri pernah berkata bahwa yang dimaksud dengan hutang ayahnya Zubair adalah ketika suatu hari ada seorang yang menitipkan hartanya kepada Zubair. Namun Zubair berkata, “Aku tidak mau (kalau hanya sekedar titip), akan tetapi aku akan mengembangkan harta tersebut.” Lalu Zubair menghitung uang yang menjadi tanggungannya. Ternyata jumlahnya mencapai 2.200.000. Setelah wafatnya Zubair, dia tidak meninggalkan uang satu dirhampun, hanya dua bidang tanah yang ditinggalkan. Kemudian Abdullah putranya menjual tanah tersebut untuk membayar hutang-hutangnya. Ketika anak keturunan Zubair yang lain berkata kepada Abdullah, “Berikanlah hak waris untuk kami!” Abdullahpun berkata kepada merka, “Demi Allah, aku tidak akan membagikannya kepada kalian, sampai aku mengumumkan kepada orang-orang sebanyak 4 kali, musim haji, siapa diantara mereka yang pernah dihutangi oleh Zubair.”

Kemudian setiap kali musim haji tiba, Abdullah berkata kepada orang-orang, “Perhatian, siapa yang hartanya pernah dihutangi oleh Zubair, maka hendaklah dia datang kepada kami sehingga kami akan membayarnya.” Hal seperti ini terus dia lakukan selama empat kali musim haji. Baru setelah itu, harta waris hasil penjualan tanah itu dibagikan kepada anggota keluarga Zubair.

Zubair bin Awwam wafat pada saat terjadi perang Jamal. Saat Az-Zubair keluar dalam perang Al-Jamal, seseorang dari kaum Tamim bernama Amru bin Jarmuz mengikuti beliau dan membunuhnya dari belakang di suatu tempat  yang bernama lembah Siba. Setelah berhasil membunuh Zubair, pergilah Amru bin Jarmuz kepada Imam Ali dengan menduga bahwa dia telah membawa kabar gembira, setelah mengetahui hal tersebut Imam Ali justru berteriak dan berkata kepada pembantunya : “berikan kabar kepada pembunuh putra Sofiyyah dengan neraka, sungguh Rasulullah saw pernah bersabda kepada saya bahwa pembunuh Az-Zubair adalah penghuni neraka”. Az-Zubair wafat pada hari Kamis bulan Jumadil Ula tahun 36 Hijriyyah, dalam usia kurang lebih 66 atau 67 tahun[1].


[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Zubair_bin_Awwam_bin_Khuwailid, http://www.sohabat.org/doku.php?id=sohabat:zubair, http://feminasagita.multiply.com/journal/item/8,

Entry Filed under: Kisah para Assabiqunal Awwalun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

April 2010
S S R K J S M
    Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: