10. Abdullah bin Rawahah (Sang panglima yang tidak takut mati)

April 15, 2010 zunlynadia

Abdullah bin Rawahah adalah seorang dari bani kharaj. Dia termasuk orang-orang yang pertama masuk Islam dari golongan anshor. Abdullah bin Rawahah menyatakan dirinya masuk Islam dan termasuk dalam 12 orang yang dibaiat di Aqobah yang kemudian dikenal dengan peristiwa baiat Aqobah pertama yang terjadi sebelum hijrahnya Nabi Saw ke Madinah. Diceritakan bahwa pada saat itu Nabi sedang duduk di dataran tinggi Makkah di temani oleh pamannya Abbas bin Abdul Muthalib, untuk menemui beberapa orang utusan dari Madinah, yang kemudian dikenal dengan kaum anshor. Kemudian datanglah dua belas orang dengan bersembunyi-sembunyi agar tidak terlihat oleh orang-orang kafir Quraisy. Kedatangan kedua belas orang tersebut tidak lain adalah untuk berbaiat (diambil sumpah setia) kepada Nabi Saw. Abdullah bin Rawahah termasuk kedalam rombongan kedua belas orang kaum anshor tersebut. Melalui kedua belas orang kaum anshor inilah kemudian terbuka jalan yang lebih luas untuk penyebaran Islam di kota Madinah, sehingga terbuka jalan untuk Rosulullah melakukan hijrah dari Makkah menuju Madinah.

Pada saat terjadi peistiwa baiat Aqobah kedua yang melibatkan 73 orang kaum Anshor,  Abdullah bin Rawahahpun kembali mengikutinya. Masuknya Abdullah bin Rawahah ke dalam Islam menambah kekuatan umat Islam, karena dia dikenal sebagai orang yang berani berjuang dalam membela agama Allah. Abdullah tidak pernah absen mengikuti berbagai peperangan pada masa Nabi Saw.

Setelah hijrahnya Rosulullah bersama para sahabat ke Madinah, Abdullah bin Rawahah menjadi salah satu orang yang cukup gigih dalam membela agama dan rosulnya. Dalam suatu cerita dikisahkan bahwa Abdullah adalah orang yang berani mengikuti segala gerak gerik Abdullah bin Ubay seorang pimpinan golongan orang Munafik yang dipersiapkan oleh orang-orang Madinah untuk menjadi Raja di Madinah sebelum hijrahnya Rosulullah Saw beserta kaum muslimin lainnya. Selain itu Abdullah bin Ubay  adalah orang yang selalu berusaha untuk menjatuhkan Islam dengan berbagai cara. Akan tetapi usahanya tersebut selalu berakhir sia-sia berkat keberanian Abdullah bin Rawahah dalam mengikuti segala gerak-geriknya.

Abdullah bin Rawahah juga seorang yang dikenal pandai membuat puisi. Syair-syair yang dibuat dan keluar dari mulutnya terdengar sangat indah dan Rosulullah sangat menyukai syair-syair yang dibuatnya. Dalam sebuah riwayat yang diceritakan oleh Zaid bin Arqom seorang anak yatim yang diasuh oleh Abdullah, dalam sebuah perjalanan dengan Abdullah bin Rawahah, ketika keduanya bersama-sama menunggang satu kuda, sepanjang perjalanan tersebut Abdullah bin Rawahah selalu mengucapkan syair-syairnya, diantara bait syair yang diucapkan adalah:

‘Ketika aku siapkan bekal kepergianku untuk perang
Sejauh perjalanan 4 farsakh dari kota Hasa’
Sementara kamu bersenang-senang di sela kecaman
Aku tak peduli tidak akan kembali kepada keluarga
Kaum Muslimin enggan dan meninggalkan aku
Di wilayah Syam padang yang panas
Aku tidak butuh nasab dan kerabat
Kepada Allah putus segala kerabat
Di sana aku tidak butuh putik kurma
Juga kurma yang berguguran.’

Mendengar syair yang keluar dari mulut Abdullah tersebut, Zaidpun kemudian menangis. Mendengar Zaid yang duduk dibelakangnya menangis, Abdullah melempar kerikil lalu berkata: “Celaka kamu, apa salahnya aku berdoa kepada Allah agar memberiku syahid, sementara kamu pulang ke kaumku dengan membawa kuda ini’.” Begitulah sosok Abdullah bin Rawahah, dimana dalam berbagai kesempatan berbagai syair keluar dari mulut dengan sangat indah.

Sebagai sosok yang pemberani sekaligus pandai bersyair, Abdullah bin Rawahah juga ikut mengobarkan semangat juang pasukan muslim dengan syair-syairnya yang indah. Dalam sebuah kisah, diceritakan bahwa pada saat Rosulullah memberangkatkan pasukan muslim ke medan perang mu’tah melawan pasukan romawi, pada perang tersebut Abdullah bin Rawahah termasuk salah satu panglima diantara tiga panglima perang yang ditunjuk oleh Rosulullah, yaitu Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abdul Muthalib dan Abdullah sendiri. Rosulullah berkata:”Jika Zaid bin Haritsah menjadi syahid, maka kepemimpinan perang akan diambil alih oleh Ja’far bin Abu Thalib, jika kemudian Ja’far juga menjadi syahid, maka panglima perang akan beralih kepada Abdullah bin Rawahah. Posisi tersebut memang layak dipegang oleh Abdullah karena sikapnya yang dikenal pemberani, pantang menyerah, dan tidak takut mati.

Ketika pasukan muslim siap berangkat menuju Mu’tah, kemudian Abdullah berkata: “Semoga Allah mencurahkan kebaikan pagi ini dan membela kalian.” Kemudian dia juga mengucapkan bait-bait syair yang juga sebagai pengobar semangat juang kaum muslimin. Syair-syair yang diucapkan adalah sebagai berikut ini:

Yang aku minta dari Allah Yang Rahman hanyalah ampunan
Dan memukul musuh sehingga dosaku diampuni
Atau tusukkan pedang di kota Haran
Yang dapat menembus jantung hati musuh
Mereka berkata saat melewati jasadku
Allah menunjukkan panglima itu untuk syahid.

Ketika pasukan muslim sampai di negeri Syam, mereka mendengar bahwa Heraklius pemimpin romawi telah mengirimkan pasukan sebanyak 100.000 orang. Kemudian beberapa kabilah Arab juga ikut bergabung bersama pasukan Romawi sebanyak 100.000 pasukan, sehingga jumlah meraka total sekitar 200.000 pasukan. Jumlah yang sangat besar dan tidak berbanding dengan jumlah pasukan Islam yang hanya berjumlah 3.000 orang. Kemudian para panglima ini sepakat untuk bertahan hingga selama 2 hari untuk mengatur strategi, karena perang mu’tah ini merupakan perang pertama kaum muslimin melawan bangsa adidaya yang berkuasa saat itu, yakni bangsa Romawi. Pada saat itu beberapa sahabat mengusulkan untuk menulis surat kepada Rosulullah dan mengabarkan jumlah pasukan romawi yang jelas jauh lebih besar. Tetapi usulan ini ditolak oleh Abdullah dan kemudian dia berdiri dihadapan pasukan muslim dan berkata: “Saudara-saudara sekalian! Demi Alloh Subhanahu wa Ta’ala, sesungguhnya kita berperang melawan musuh-musuh kita bukan berdasar bilangan, kekuatan atau banyaknya jumlah Kita tidak memerangi memerangi mereka, melainkan karena mempertahankan  Agama  kita ini, yang dengan memeluknya kita telah dimuliakan Alloh Subhanahu wa Ta’ala… ! Ayohlah kita maju ….! Salah satu dari dua kebaikan pasti kita capai, kemenangan atau syahid di jalan Alloh Subhanahu wa Ta’ala… !”

Mendengar seruan dari Abdullah tersebut, pasukan muslim menjadi kembali bersemangat setelah sebelumnya sempat merasa kalah sebelum berperang karena mereka melihat jumlah pasukan Romawi yang demikian besar. Akhirnya berangkatlah pasukan muslim ke medan perang dengan semangat yang tinggi untuk menegakkan ajaran Allah.

Meski jumlah pasukan kaum muslimin jauh lebih sedikit, tetapi jumlah syuhada dalam perang ini hanya 8 orang. Jumlah yang sangat sedikit dibandingkan dengan banyaknya korban yang jatuh di kalangan pasukan Romawi. Saat itu panglima perang pertama Zaid bin Haritsah gugur menjadi syahid, kemudian bendera kepemimpinan beralih kepada Ja’far bin Abi Tholib. Setelah kemudian Ja’far gugur di medan perang sebagai syahid, Abdullah bin Rawahah mengambil bendera kepemimpinan dan menggantikan posisi Ja’far. Melihat Ja’far gugur sebagai syahid, pasukan muslim sempat sedikit goyah dan kurang bersemangat. Pada saat itu kemudian Abdullah tampil dengan gagah dan kemudian berkata dengan lantang dihadapan para pasukan muslimin:

‘Aku bersumpah demi Allah,
Akan maju ke medan perang baik suka maupun tidak
Seluruh manusia telah siap bertempur
Tapi kenapa sepertinya engkau, wahai jiwaku, menolak Surga
Telah tiba kesempatan yang aku idamkan
Bukankah engkau ini hanya setetes saja dari lautan

Kemudian dia melanjutkan syairnya:

Wahai jiwaku,
Sekiranya engkau tidak gugur di medan perang, engkau tetap akan mati
Inilah merpati kematian telah menyambutmu
Apa yang kau idam-idamkan telah engkau peroleh
Jika engkau ikuti jejak keduanya (dua panglima sebelumnya)
Engkau beruntung sebagai panglima sejati
Jika engkau mundur pasti sengsara dan rugi.”
(Maksudnya, kedua sahabatnya Zaid dan Ja’far yang telah mendahului gugur sebagai syuhada).

Perkataan ibnu Rawahah tersebut kembali mengobarkan semangat juang kaum muslimin dalam perang. Hingga akhirnya Abdullah bin Rawahahpun menjadi syahid di medan perang. Melihat ketiga panglimanya tewas menjadi syahid, pasukan muslim akhirnya menunjuk Khalid bin Walid sebagai panglima perang yang menggantikan ketiganya, hingga perang usai.

Pada saat sedang terjadi perang tersebut, Rosulullah beserta beberapa sahabat yang tidak ikut berperang sedang bercakap-cakap tentang para pasukan muslim dan para panglimanya. Di tengah percakapan tersebut, tiba-tiba Rosulullah Saw terdiam sejenak dan kedua mata beliau basah dan berkaca-kaca dan berkata kepada para sahabat disekelilingnya: “Zaid bin Haritsah telah menjadi syahid, kemudian digantikan oleh Ja’far bin Abi Thalib yang akhirnya menjadi syahid, kemudian digantikan oleh Abdullah bin Rawahah yang akhirnya juga menjadi syahid, ketiganya akan diangkat ke surga bersamaku”

Begitulah kisah sosok pemberani dan bersahaja Abdullah bin Rawahah yang akhirnya harus tewas menjadi syahid dalam perang menegakkan ajaran Allah[1].


[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Abdullah_bin_Rawahah, http://www.asfranza.co.cc/2009/08/abdullah-bin-rawahah.html, http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/07/10/abdullah-ibnu-rawahah-sang-pejuang-islam/, http://www.forumbebas.com/thread-75724.html,

Entry Filed under: Kisah para Assabiqunal Awwalun

One Comment Add your own

  • 1. Haris Istanto  |  April 15, 2010 pukul 8:32 am

    Selamat siang, posting yang menarik, salut untuk anda.
    Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru berjudul : “Proses kerja usaha cuci sepeda motor?”, serta artikel lain yang bermanfaat, dan kalau berkenan tolong dikasi komentar.
    Terima kasih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

April 2010
S S R K J S M
    Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: