MEMBENTUK ANAK CERDAS SEJAK DALAM KANDUNGAN

Desember 27, 2010 zunlynadia

Proses pendidikan anak harus di mulai sejak dalam kandungan. Hal ini sangat penting karena sejak keberadaannya  di dalam rahim ibu, anak sudah bisa merasakan dan mendengarkan keadaan sekelilingnya. Sehingga tidak mengherankan jika perilaku seorang anak kelak sedikit banyak di pengaruhi oleh perilaku yang diterimanya ketika ia masih berada dalam kandungan.   Untuk itu, persiapan mental seorang calon ibu sangat di perlukan. Karena dengan kesiapan mental seorang calon ibu akan mempunyai perhatian lebih pada anak yang akan dilahirkannya. Tidak jarang kita mendengar mitos bahwa temperamen ibu/suami berkaitan dengan kehamilannya dengan menyebutnya “ bawaan bayi“. Sebenarnya pandangan itu tidak seluruhnya benar, hanya saja yang berlaku justru sebaliknya, Temperamen & Perilaku Ibu hamil dan lingkungannya “ Mempengaruhi Bayi “ dalam kandungan. Jadi sebenarnya semenjak dalam kandungan, janin dapat terpengaruh oleh emosional dan lingkungannya.

Dengan selalu menyayangi janin, sebenarnya mempengaruhi tumbuh kembang janin itu sendiri. Misalnya seorang ibu yang sering stress / marah atau bertengkar / bersuara gaduh, maka akan menyebabkan perubahan hormonal pada dirinya yang akan mempengaruhi terhadap janin, mungkin janin akan merasa tidak nyaman. Seorang wanita hamil seharusnya tenang dan selalu berfikir damai, mendengarkan alunan nada-nada religius, musik yang indah ( Efek Mozart ), Menghindari stres, bersama-sama suami membelai-belai perut, kalau perlu membuat percakapan-percakapan yang menunjukkan kasih sayang kepada calon bayi, mencoba untuk selalu memaafkan, dan melepaskan rasa amarah dan ketidaknyamanan.[1]

Menurut dokter spesialis anak yang juga dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Sudjatmiko, MD SpA. kecerdasan seorang anak sudah bisa dirangsang sejak masih berada dalam kandungan.  Seorang ibu yang siap secara mental, secara otomatis akan siap menerima resiko dari kehamilannya. Kesiapan inilah yang menjadi ujung tombak dari keadaan kondusif yang akan di berikan oleh seorang ibu bagi tumbuh kembang bayi yang ada di dalam kandungannya.

Jika ibunya gembira dan senang, dalam darahnya akan melepaskan neo transmitter
atau zat-zat rasa senang, sehingga bayi dalam kandungannya juga akan merasa
senang. Sebaliknya, jika si ibu merasa tertekan, terbebani, gelisah, dan stres,
ia akan melepaskan zat-zat dalam darahnya yang mengandung rasa tidak nyaman,
sehingga secara tidak sadar bayi akan terangsang untuk ikut gelisah

. “Yang paling baik adalah memberikan rangsangan berupa suara-suara, elusan, dan
nyanyian yang disukai si ibu. Hal ini akan merangsang bayi untuk ikut senang.
Berbeda jika si ibu melakukan hal-hal yang tidak disukainya, karena itu sama
saja memberikan rangsangan negatif pada bayi,” ujarnya.
Rangsangan kepada bayi yang masih berada dalam kandungan bisa lebih efektif
dilakukan ketika usia kehamilan di atas enam bulan. Sebab, pada usia tersebut
jaringan struktur otak pada bayi sudah mulai berfungsi[2].
Ada beberapa tips untuk mengatasi stress dalam kehamilan, diantaranya adalah[3]:

• Coba Mencari Penyebab. Cobalah untuk mencari tahu apakah penyebab stress anda– hubungan personal anda atau berhubungan dengan pekerjaan anda, atau lainnya dan carilah jalan yang efektif untuk dapat mengatasi dan menghadapinya.

• Diet Makan Yang Baik. . Bila kita sehat dan fit, kita akan dapat mengatasi stress dengan cara lebih baik. Untuk itu anda harus tetap menjaga diet makanan yang sehat, istirahat yang cukup, dan lakukanlah olahraga teratur yang akan membantu anda untuk tetap fit.

• Olah Raga. . Penelitian menunjukkan bahwa berolahraga selama kehamilan bukan saja membuat badan sehat-fit juga membuat jiwa yang sehat

• Hindari Kebiasaan Yang Tak Baik Karena Faktor Emosional.. Carilah alternatif lainnya bila anda menjadi sangat ingin merokok, atau alcohol. Cobalah alihkan dengan berolahraga, ngobrol dengan teman/keluarga, bernyanyi, menguyah permen karet, atau makan buahan atau apapun juga yang bias anda lakukan untuk mengalihkan keinginan anda yang dapat membahayakan bayi anda ini.

• Komunikasi. . Isolasi sosial dan rasa sendirian membuat anda lebih sulit untuk menghadapi kesulitan, kesedihan. Binalah hubungan emosional yang baik dengan pasangan, keluarga dan teman-teman anda. Komunikasi/ hubungan emosional yang baik akan membantu anda menghadapi kesulitan dan kesedihan karena dukungan dari pasangan, keluarga dan teman anda.

• Mengikuti Aktivitas. . Meditasi, Yoga dan Pijatan akan membantu mengurangi ketegangan pada otot-otot anda. Menurut riset terbukti aktivitas-aktivitas ini mempengaruhi reaksi tubuh terhadap stress dengan menurunkan hormone stress dan memperlambat detak jantung.

• IstirahatYang Nyaman., berbaringlah pada satu sisi (sisi kiri dianjurkan), dikamar yang sepi, dengarkan musik yang lembut, bayangkan diri anda ditempat yang anda sukai misalnya di pantai, di taman dll.

• Bicarakan dengan dokter anda.. Anda dapat membicarakan perasaan dan keluhan anda kepada dokter anda, dokter akan menilai apakah anda memerlukan pengobatan atau tidak atau mengkonsul anda ke dokter psikiatri.

Dengan pikiran yang pikiran yang tenang tanpa stress, maka akan membuat ibu hamil merasa lebih sehat dan nyaman. Yang paling penting dalam membuat pikiran selalu tenang dan tidak stress adalah perasaan selalu bersyukur atas segala yang telah di berikan Tuhan, serta selalu berfikir positif.

Selain kesiapan secara mental seorang ibu, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan oleh para calon orang tua yang menginginkan bayinya tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas  yakni terpenuhinya kebutuhan biomedis, kasih sayang dan stimulasi.

Kebutuhan biomedis

Kebutuhan biomedis yang di maksud disini adalah meliputi kebutuhan biologis (fisik) yang berupa asupan nutrisi yang harus di penuhi oleh ibu hamil. Gizi yang cukup dan seimbang dengan terpenuhinya asupan karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.  Kebutuhan nutrisi sebenarnya tidak hanya bagi ibu hamil tetapi juga bagi siapapun yang menginginkan hidup sehat. Bagi ibu hamil kebutuhan nutrisi harus lebih di perhatikan karena menyangkut  calon bayi yang akan hidup dan diharapkan bisa berkembang dengan sehat dan sempurna. Kecukupan nutrisi sangat berpengaruh tidak hanya pada kecerdasan dan kesehatan bayi yang dikandung tetapi juga berpengaruh pada kesehatan sang ibu yang akan menyusui ketika bayinya sudah lahir. Ibu hamil rata-rata memerlukan +- 2200 kalori (9500kJ) dalam sehari, jadi supaya ibu dan janin sehat, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan oleh ibu hamil terkait dengan asupan makanan yang di makan, diantaranya adalah:

1.Makanan Harus Matang/Dimasak

Ibu hamil disarankan untuk makan makanan yang sudah matang, terutama telur jangan dimakan setengah matang, karena dikhawatirkan mengandung bakteri salmonela yang bisa membahayakan janin. Makanan mentah seperti lalapan, sushi, steak setengah matang lebih baik dihindari.

Hindari juga keju lembek, susu yang tidak disterilkan atau pasta karena dikhawatirkan mengandung bakteri listeria yang bisa menyebabkan keguguran.

2. Memperhatikan asupan makanan bergizi

Meskipun kehamilan sudah merupakan bagian dari daur hidup kehidupan manusia pada wanita, namun masih banyak anggota masyarakat yang mengabaikan pentingnya masa kehamilan. Misalnya usia untuk ibu, jarak kehamilan dan yang terutama kesehatan ibu. Kehamilan membutuhkan tambahan asupan pangan karena adanya peningkatan kebutuhan zat-zat gizi. Beberapa zat gizi yang harus dipenuhi oleh ibu hamil dan ibu menyusui[4]:
a.Energi
Energi merupakan salah satu hasil metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Kebutuhan energi selama ibu hamil adalah untuk membentuk/membangun jaringan baru (fetus, plasenta, uterus, cairan amniotic, breast, peningkatan volume darah dan mensuplai jaringan baru. Pangan yang kaya akan sumber energi adalah pangan sumber lemak (lemak/gajih dan minyak, buah berlemak, biji berminyak), pangan sumber karbohidrat (beras, jagung, oat, serealia) dan pangan sumber protein (daging, ikan, telur susu dan aneka produk turunannnya)
b.Zat gizi mikro

Selama kehamilan, disamping zat gizi makro yaitu energi dan protein, ibu juga membutuhkan tambahan zat gizi mikro seperti diuraikan berikut ini :

c. Asam folat

Kekurangan asam folat pada ibu hamil akan menyebabkan resiko terjadinya cacat tabung syaraf (Neural Tube Defects/NTD), berat bayi lahir rendah (BBLR) dan resiko lahirnya premature. Sumber pangan yang banyak mengandung asam folat adalah brokoli, jeruk, bayam, roti dan susu.

d. Vitamin

Adanya pertumbuhan janin, berarti terjadi peningkatan pertumbuhan dan pembelahan sel dalam tubuh ibu. Vitamin A dalam bentuk retionic acid mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel dalam jaringan. Namun demikian ibu tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi suplementasi vitamin A selama hamil karena dosis tinggi vitamin A akan memberikan efek teratogenik (keracunan). Dengan mengkonsumsi buah-buahan, daging, unggas, ikan, telur, sayuran berdaun hijau, akar dan umbi-umbian sehari-hari, akan membantu ibu memenuhi kebutuhan vitamin A. Seringkali kebutuhan vitamin dalam tubuh di asumsikan dengan meminum suplemen vitamin. Beragam suplemen vitamin di produksi. Padahal vitamin bisa di dapatkan secara alami dari buah-buahan dan sayuran hijau. Sementara vitamin dalam bentuk suplemen tentu saja tidak sealami vitamin yang berasal dari alam.

e.Kalsium

Kalsium sangat penting bagi ibu hamil. Karena kalsium dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan tulang, gigi, jantung yang sehat, syaraf dan otot. Kekurangan kalsium akan menyebabkan pertumbuhan tulang dan gigi jadi terhambat. Sumber pangan yang banyak mengandung kalsium adalah susu, sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian dan ikan. Saat ini sebagian besar masyarakat kita menganggap bahwa kalsium  hanya bisa di dapatkan dari susu. Sehingga susu menjadi suatu kewajiban bagi ibu hamil bahkan beban bagi sebagian ibu hamil karena harus mengeluarkan budget lebih hanya untuk mengkonsumsi susu. Padahal susu hanya salah satu dari sumber kalsium dan kalsium bisa di dapatkan dari sumber-sumber yang lain seperti sayuran, kacang-kacangan dan lain sebagainya.

f. Magnesium

Magnesium merupakan zat gizi lainnya yang berperan dalam membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Kekurangan magnesium akan menyebabkan preeklamsia, bayi cacat dan kematian bayi. Sumber pangan yang banyak mengandung magnesium adalah sayur-sayuran, sumber makanan laut, ikan tawar segar, daging, padi-padian dan kacang-kacangan.

g. Zat Besi

Kekurangan zat besi akan menghambat pembentukan hemoglobin yang berakibat pada terhambatnya pembentukan sel darah merah. Ibu hamil dan ibu menyusui merupakan kelompok yang beresiko tinggi terhadap anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya darah yang dikeluarkan selama masa persalinan. Sumber pangan yang banyak mengandung zat besi adalah nabati kedelai, kacang-kacangan, sayuran daun hijau dan rumput laut.

h. Iodium

Kekurangan iodium selama hamil akan berefek pada keguguran, penyimpangan perkembangan otak janin, berat bayi lahir rendah dan kretinisme. Di Indonesia kekurangan iodium dialami oleh berbagai masyarakat lain, sehingga pemerintah telah mencanangkan kebijakan tentang garam beryodium. Sumber pangan yang banyak mengandung iodium adalah ikan, kerang dan rumput laut.

3. Makan Makanan yang alami

Penting bagi ibu hamil untuk selalu menjaga asupan makanannya dengan mengkonsumsi makanan yang alami. Lebih baik menghindari makanan instant, yang seringkali memakai bahan pengawet dan mengandung bahan-bahan campuran kimia lainnya makanan olahan yang memerlukan proses panjang dalam pembuatannya,. Akan lebih baik lagi jika ibu hamil mengkonsumsi makanan-makanan organik yang tidak menggunakan pestisida dalam proses penanamannya. Asupan makanan yang di berikan kepada bayi yang ada dalam kandungan tidak hanya sehat bagi tumbuh kembang bayi tetapi juga merupakan pendidikan dan pembelajaran bagi bayi dengan membiasakan bayi memakan makanan sehat semenjak dalam kandungan. Karenanya tidak mengherankan jika seringkali kita mendapati seorang anak yang cenderung menyukai makanan tertentu yang ternyata makanan tersebut sering dimakan oleh ibunya ketika mengandung. Hal ini merupakan pengaruh dari kebiasaan sang ibu yang mengkonsumsi makanan tertentu ketika hamil.

4. Tidak mengkonsumsi alkohol, tidak merokok dan mengurangi konsumsi minuman yang mengandung kafein

Mengkonsumsi alkohol, merokok dan banyak minum yang mengandung kafein seperti kopi dan teh, karena alkohol akan memperbesar resiko keguguran dan kelainan perkembangan bayi. Sementara minuman yang mengandung kafein dapat mempengaruhi berat badan rendah pada bayi, keguguran dan menyerap zat besi. Karenanya ibu hamil harus menghindarinya

5. Memperbanyak Makan Sayuran dan Buah-buahan

Sayuran dan buah-buahan sangat kaya akan serat dan merupakan sumber vitamin, kalsium dan zat besi yang banyak di butuhkan oleh tubuh. Karenanya memperbanyak makan sayur dan buah akan sangat baik bagi kesehatan dan perkembangan bayi dalam kandungan. Bagi kita orang Indonesia yang beriklim tropis, beragam sayuran dan buah-buahan segar sangat mudah dan murah untuk di dapat. Sehingga mengkonsumsinya tidaklah menjadi hal yang sulit. Hanya saja keberadaan makanan instant dan siap saji yang mulai membanjiri pasar Indonesia membuat gaya hidup sebagian masyarakat kita mulai berubah. Sayuran dan buah-buahan olahan dianggap sebagai makanan pengganti sayur dan buah segar. Padahal akan lebih baik jika kita memakan sayur dan buah alami.

6. Minum air putih yang cukup

8 gelas sehari. Karena anda butuh cairan yang cukup bagi anda dan juga bayi anda. 33 % pertambahan berat badan pada kehamilan adalah cairan. Cairan dibutuhkan untuk membangun sel darah merah bayi untuk system sirkulasinya, cairan ketuban. Tubuh anda juga perlu air selama kehamilan untuk mengatasi konstipasi dan mengatur suhu tubuh anda.

Disamping kebutuhan nutrisi dan gizi yang cukup, kebutuhan biomedis juga mencakup pemeriksaan antenatal yang baik dan teratur. Tujuan dari pemeriksaan antenatal yang baik adalah untuk mempersiapkan kehamilan yang baik dan melahirkan bayi sehat dari ibu yang sehat pula. Jadi pemeriksaan kehamilan yang teratur ini merupakan hal yang harus dilakukan untuk memantau kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya. Pemeriksaan kehamilan ini harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang profesional seperti bidan, dokter umum, atau Ahli Kebidanan & Penyakit Kandungan.

Pemeriksaan Antenatal ini idealnya dilakukan pada usia kehamilan :

0 – 28 minggu —- Tiap 4 Minggu

28 – 36 minggu —- Tiap 2 minggu

36 – 40 minggu —- Tiap 1 Minggu

Dengan pemeriksaan  antenatal secara rutin, maka resiko kelainan pada bayi dapat di ketahui sedini mungkin serta dapat mencegah angka kematian ibu hamil.


[1] http://pkusolo.wordpress.com/2008/12/19/pentingnya-pendidikan-anak-sejak-dalam-kandungan-tinjauan-medis/

[2] http://www.suargofm.co.cc/2009/01/didik-anak-sejak-dalam-kandungan.html

[3] www.infoibu.com

[4] http://www.pom.go.id/nonpublic/makanan/standard/News2.html

Entry Filed under: Parenting

One Comment Add your own

  • 1. kak zepe lagu2anak.blogspot.com  |  November 2, 2011 pukul 10:56 am

    Artikel yang bermanfaat..
    Blognya juga sangat menarik..
    Saya juga punya blog yang berisi pendidikan anak-anak..
    Ada:
    1. Lagu anak
    2. Artikel parenting (cara mendidik buah hati).
    3. Artikel pendidikan kreatif..
    4. Dongeng anak moral
    Kalau mau berkunjung ada di

    http://lagu2anak.blogspot.com

    Salam kenal..
    Mari bertukar link… (kak zepe)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Halaman

Kategori

Kalender

Desember 2010
S S R K J S M
« Apr   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Most Recent Posts

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: